Showing posts with label Sensor Cahaya. Show all posts
Showing posts with label Sensor Cahaya. Show all posts

Friday, August 5, 2016

Sensor cahaya dengan LDR (saklar otomatis) sederhana

Assalamu’alaikum..
Postingan kali ini saya akan coba membagi ilmu tentang bagaimana membuat sensor cahaya yang sangat sederhana. Apa manfaatnya?.. banyak sekali aplikasi untuk sensor cahaya ini. Contohnya untuk lampu jalan yang tiba-tiba nyala sendiri ketika gelap.. keren kan? Ga usah pake sihir.. haha atau aplikasi lain bisa kita pasangkan dengan lampu rumah yang ada di teras. Jadi kalo udah gelap ya bakalan nyala sendiri.. ga usah kita “cetrekin” sendiri.. simple kan?
Nah.. sekarang kita bahas komponen yang dibutuhkan untuk membuat sensor ini. Kita Cuma butuh
  1. Resistor (150 ohm)(1 buah aja)                  : nilai resistornya ga mesti 150 ohm juga gapapa, palingan Cuma ngaruh sama intensitas LEDnya. Tapi jangan terlalu kecil juga..  ntar malah bau angus lagi… haha. Cara memilih nilai resistornya saya jelaskan nanti.
  2. Transistor BJT NPN (1 buah aja)                 : beli yang NPN ya.. nah, transistor ini yang nantinya berfungsi sebagai saklar otomatisnya. Kalo belum tau transistor itu makhluk apa.. hehe gampangnya sih transistor itu singkatan dari Transfer Resistor.. maksudnya nilai resistansi antara terminalnya bisa diatur. Kalo kepo sama transistor, baca sendiri aja ya..:)
  3. LDR (5mm) (1 buah aja)                                 : LDR ini yang berfungsi sebagai sensor cahayanya.. ko bisa? Hehe namanya juga LDR (Ligth Dependent Resistor) bukan Long Distance Relationship loh.. -_-. Jadi resistor yang nilainya bergantung sama intensitas cahaya. Semakin besar intensitas cahayanya, semakin kecil nilai resistansinya. Sebaliknya juga gitu.. J
  4. LED(bebas mau berapa buah )                   : LED udah pada tau lah ya..:) lampu doang juga haha
Sekarang tinggal alat yang dibutukan. Kita pakai saja project board sama yang paling penting adalah catuan DC 5 volt. Kalo ga ada yang 5 volt, kita pakai baterai yang 9 volt aja..  tapi nilai resistornya pakai yang lebih besar dari 150 ohm ya..
Ini dia skema rangkaiannya..
skema rangkaian
skema rangkaian
dan seperti ini rangkaian di project board nya
rangkaian di project board
rangkaian di project board
Nah, cara kerjanya begini…
Ketika keadaan ruangan terang, resistansi pada LDR sangat kecil.. bahkan lebih kecil dibandingkan dengan resistor yang kita pakai (150 ohm). Arus mempunyai karakteristik dominan mengalir pada hambatan yang kecil dibandingkan hambatan yang besar. Analoginya seperti arus yang bakal lebih deras mengalir pada sungai dengan batuan kerikil dibandingkan sungai dengan batuan besar. Sehingga, arus akan dominan mengalir melewati LDR, sedangkan arus pada resistor 150 ohm (kaki collector)sangat sangat kecil bahkan dianggap nol. Pada kondisi inilah transistor bekerja di daerah cut off (bekerja sebagai saklar terbuka). Oleh karena itu tidak ada arus yang melewati LED sehingga LED tidak menyala seperti ditunjukkan gambar di bawah ini
transistor pada mode cut off
transistor pada mode cut off
Berbeda jika pada keadaan ruangan gelap. Resistansi pada LDR akan sangat besar, sehingga tidak akan ada arus yang bisa mengalir melewatinya. Pada kondisi ini, rangkaian yang tersambung dengan LDR bisa kita anggap terputus dan tegangan diantara kaki collector dan emitter (Vce = 0), jadi arus dari catuan (Vcc) sepenuhnya mengalir melewati resistor 150 ohm (kaki collector) dan langsung ke LED sehingga bisa menyala. Pada kondisi ini transistor bekerja di daerah saturasi (bekerja sebagai saklar tertutup) seperti ditunjukkan gambar di bawah ini
transistor pada mode saturasi
transistor pada mode saturasi
Ok.. mudah-mudahan sampai sini udah ngerti ya.. sekarang saya jelaskan tentang penentuan nilai resistor yang dipasang.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas ketika LED menyala, resistor dan LED menjadi rangkaian seri. Sekedar mengingatkan saja, pada rangkaian seri, tegangannya terbagi sedangkan arus yang mengalir adalah sama. Penentuan nilai resistor ini sangat tergantung dengan jumlah LED dan jenis LED yang digunakan. Pada percobaan kali ini saya menggunakan satu buah LED biru sebagai contoh. LED biru dapat menyala pada tegangan 3V-3.5V dan arus 20mA. Kita menggunakan catuan sebesar 5 volt.
perhitungan
perhitungan
Sesuai perhitungan, kita boleh saja memasang resistor 100 ohm, hanya saja ketika saya coba resistornya cepat panas. Jadi agar lebih aman, pasang resistor yang nilainya sedikit lebih besar. Sehingga terpilihlah resisor dengan nilai 150 ohm.. hehe:)
ini video hasil percobaannya
dan ini..
Mudah-mudahan pada bisa berhasil ya..
Sampai sini dulu percobaan kali ini. Tunggu percobaan selanjutnya..:)

Cara Membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR ( Light Dependent Resistor )

Assalamu'alaikum w.w -  kawan-kawan semuanya, terima kasih sudah mau berkunjung ke halaman blog admin tentang pendaftaran online mahasiswa dan mahasiswi baru untuk tahun 2016-2017 serta informasi lowongan kerja terbaru bulan ini , semoga nantinya apa yang dibaca dan didapatkan bisa bermanfaat hendaknya, dan jangan lupa bantu juga kami untuk membagikan halaman blog ini ke facebook atau juga bisa ke twitter ya kawan-kawan.

Sekali lagi silahkan sebarkan like atau share dan juga tweet pada akun twitter anda, dan bila ada yang kurang paham dari yang saya jelaskan dibawah ini bisa anda berikan komentarnya lewat komentar facebook atau juga bisa lewat komentar akun google plus anda ya.

Cara Membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR  ( Light Dependent Resistor ) 

Cara Membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR  ( Light Dependent Resistor ) - Selamat malam semuanya kawan-kawan semuaya, pada malam ini saya akan berbagi ilmu elektronika lagi neh untuk kawan-kawan semuanya yaitu mengenai bagaimana kita bisa untuk mengontrol hidup dan matinya sebuah lampu taman atau juga bisa di aplikasikan ke lampu yang ada di rumah kita. Bagaimana sistem ini berjalan ? pada saat malam hari lampu taman atau kamar kawan-kawan akan hidup secara otomatisnya dan pada saat sudah siang maka lampu akan mati pula secara otomatisnya dan begitulah setiap hari dan setiap malam, jadi kita susah-susah lagi untuk hidup dan mati lampu kita dan bisa menghemat arus listrik.

Untuk mengontrol hidup dan mati nya lampu taman atau lampu kamar ini bisa hidup dan mati secara otomatis dengan menggunakan rangkaian sederhana sensor LDR atau LIGHT DEPENDENT RESISTOR.Sensor ini adalah sebuah resistor yang akan bisa menghambat arus pada saat mendapatkan cahaya ke penampang sensor ini. Jadi apabila pada tempat gelap maka resistansi sensor ini akan berubah kecil sekitar 10 miliohm dan akan sedikit arus yang terhambat tentu arus akan menghubungkan dari satu kutub ke  kutub lainnya, dan pada saat siang hari maka resistansi sensor ldr ini akan berubah menjadi besar sekitar 10ohm maka arus akan terhambat.

Baca juga artike tentang cara membuat sistem anti maling klik disini


 

Hal-hal Yang Harus Disediakan Untuk Membuat Rangkaian Sensor LDR

  • Resistor variable 35k.
  • Papan PCB matrix/berlobang.
  • Resistor 10k.
  • LED.
  • Transistor BC107B/NPN.
  • Kabel pelangi secukupnya.
  • Batrei 9volt atau minimal 5volt.
Silahkan atur sesuai rangkaian dibawah ini, yang mana pada rangkaian tersebut bisa kita ubah-ubah sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya pada malam hari lampu nya hidup atau ingin siang lampu nya hidup silahkan sesuaikan pada rangkaian dibawah ini. 

Cara Membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR  ( Light Dependent Resistor )
Harap anda bisa membaca rangkaian sederhana ini agar tujuan kita bisa membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR  ( Light Dependent Resistor ) bisa sesuai yang kita inginkan.

 Cara Kerja rangkaian sensor ldr pada bagian 1 :
 Apabila penampang sensor ldr tidak mendapat cahaya maka resistansinya akan kecil maka arus vcc akan mengalir ke basis transistor lalu kutub emitor dan colektor akan terhubung ke kaki negatif led maka led hidup.bisa juga di ganti dengan relay untuk menyalakan lampu arus 220volt ac
Cara kerja rangkaian sensor ldr bagian 2 :
 Apabila penampang sensor ldr mendapatkan cahaya maka resistansi besar maka arus akan mengalir ke kaki basis transistor sehingga terhubungkan emitor dan kolektor sehingga mendapatkan output negatif ke kaki led dan led akan menyala.atau bisa juga di ganti dengan relay untuk menyalakan lampu arus 220volt ac.
Terima kasih telah mau mempelajari sedikit ilmu yang bisa saya berikan kepada kawan-kawan semuanya, mudah-mudahan artikel ini selalu saja bisa hendaknya bermanfaat apalagi bagi kawan-kawan yang pemula dalam menggeluti elektronika dan kontroler ini, dan kami harap bisa membagi ulangkan halaman ini agar kawna-kawan kita juga bisa membaca artikel tentang Cara Membuat Lampu Taman Menyala Secara Otomatis Dengan menggunakan Sensor Cahaya LDR  ( Light Dependent Resistor ) ini.

Dan kami sangatlah berterimakasih sekali kawan-kawan para pengunjung tentang pendaftaran online mahasiswa dan mahasiswi baru untuk tahun 2016-2017 serta informasi lowongan kerja terbaru bulan ini, dan sekiriny bila kawan-kawan tidak keberatan dri postingan yang admin buat ini kami mohon jugalah kiranya untuk bantu di share atau dibagikan halaman blog ini ke seluruh kawna-kawan yang lagi membutuhkan informasi pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun 2015 ini dan nantinya agar nantinya juga bisa dibaca oleh seluruh kawan-kawan kita yang lain dan mereka juga nanti bisa membaca informasi ini lagi dan semoga bermanfaat hendaknya dan bisa bermanfaat buat mereka semua kita, terima kasih sudah membaca informasi pendaftaran online mahasiswa baru online untuk tahun akademik 2016-2017 ini.