Showing posts with label T Listrik. Show all posts
Showing posts with label T Listrik. Show all posts

Tuesday, August 30, 2016

LANGKAH AWAL SEBELUM MENGGULUNG MOTOR LISTRIK 1 PHASA

Sebelum kita menggulung motor listrik kita harus mengerti bahwa ada dua macam kumparan yaitu : konsentris & Spiral. Untuk memperbaiki motor listrik , langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Pertama menggambar bagian alurnya, perencanaan dan daftar lilitan full coil atau half coil serta dihitung jumlah lilitan aslinya dari motor tersebut.
  2. Prespan ( Kertas plastik yang yang digunakan untuk melapisi antara kawat email dengan bodi pada alur), Kertas prespan atau mika untuk melapisi Email Kumparan ( lilitan ) disesuaikan dengan diameter aslinya.
  3. Ukurlah lebar kumparan pada stator dan buatlah mal
  4. Mal : Diameter lingkaran pada kumparan.
  5. Sirlak : Untuk memolesi kumparan yang sudah terpasang pada motor supaya jika ada goresan pada email bisa tertutupi.
  6. Pasanglah kumparan/kawat email pada alur – alur yang telah digulung mulai dari kumparan utama dahulu.
  7. Setelah semua kumparan terpasang pada alur, harus di meger dahulu. Untuk mengetahui supaya ada kumparan yang terhubung dengan body motor
  8. Setelah memasang kumparan sebaiknya di meger dulu. Gunanya untuk mengecek apakah kumparan tidak mengalami kebocoran.
  9. Dapat juga menggunakan AVO meter diukur dengan ohm meter untuk mengetahui tahanan tiap kumparan.
  10. Meger : Memberi arus listrik AC dengan menggunakan alat ( Tool ) di putar sehingga menghasilkan arus listrik sampai 1000 Volt. 
  11. Setelah selesai melilit stator, mengukur kumparan dan hasilnya baik kita coba dengan tegangan listrik  
            Jika penampang kawat menjadi lebih kecil dan jumlah lilitan tetap, maka arus listrik yang 

Dibawah ini terdapat jenis-jenis motor listrik 1 fasa  
  • Jenis – jenis motor AC dapat dibedakan menjadi 6 yaitu:
  1. Motor seri
  2. Motor Shaded pole
  3. Motor repulse
  4. Motor universal
  5. Run kapasitor
  6. Star kapasitor
Motor star kapasitor biasanya mempunyai saklar sentifugal , saklar yang berfungsi untuk memutus kumparan bantu ( auxiliri winding )jika motor sudah berputar  75 %  dari putaran normal, sehingga motor tersebut yang bekerja hanya kumparan utamanya saja ( main winding ).
Untuk membalik arah putaran motor tersebut dapat dilakukan dengan membalik arah arus pada kumparan bantu atau pun kumparan utama, dengan syarat motor tersebut harus berhenti berputar.
  • Jenis – jenis motor kapasitor ada 3 yaitu:
  1. Run kapasitor
  2. Star kapasitor
  3. Doble kapasitor
  • Motor kapasitor ini putarannya (n) sangat tertentu, yang dipengarui oleh:
  1. Jumlah kutup magnet ( p )
  2. Frekuensi listrik ( f )
          Sehingga  : n = 120 X f / p ( rpm )
  • Untuk  melilit stator kita harus mengetahui
  1. Jumlah kutupnya ( P )
  2. Jumlah alur  ( G )
  3. Lebar kumparan ( yg )
  4. Jumlah alur tiap fasa tiap kutup ( q )
         Sehingga : yg = G/P
  • Motor listrik  dilihat dari bentuk lilitanya dibedakan menjadi 2 yaitu:
  1. Lilitan consentris ( memusat )
  2.  Lilitan distribusi ( tersebar )
  • Jenis lilitan stator dibedakan menjadi 2 yaitu:
  1. Jenis lilitan Whole (full) coil
  2. Jenis lilitan Half coil
  • Untuk menggulung ulang motor satu fase, rumus yang digunakan sama dengan rumus motor 3 fase, hanya saja dianggap dua fase.Supaya terjadi dua fase, Belitan Utama (BU) dibuat dari kawat yang lebih besar dari Beltan Bantu (BB) dan pada belitan bantu dihubungkansebuah kapasitor yang nilainya tertentu.

Saturday, August 27, 2016

Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya

Hasil gambar untuk Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya
Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya –  Materi Kuliah Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.

Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :
P = E / t
Dimana :
P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik
Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1 miliWatt  = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus Daya Listrik

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut  :
P = V x I
Atau
P = I2R
P = V2/R
Dimana :
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)

Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik

Contoh Kasus I :

Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?
Penyelesaiannya
Diketahui :
V = 220V
I = 1,2A
P = ?
Jawaban :
P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt
Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt.

Contoh Kasus II :

Seperti yang terlihat pada rangkaian dibawah ini hitunglah Daya Listrik yang dikonsumsi oleh Lampu Pijar tersebut. Yang diketahui dalam rangkain dibawah ini hanya Tegangan dan Hambatan.Rumus dan cara menghitung daya listrik
Penyelesaiannya 
Diketahui :
V = 24V
R = 3Ω
P = ?
Jawaban :
P = V2/R
P = 242 / 3
P = 576 / 3
P = 192W
Jadi daya listrik yang dikonsumsi adalah 192W.

Persamaan Rumus Daya Listrik

Dalam contoh kasus II, variabel yang diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R), jadi kita tidak dapat menggunakan Rumus dasar daya listrik yaitu P=VI, namun kita dapat menggunakan persamaan berdasarkan konsep Hukum Ohm untuk mempermudah perhitungannya.
Hukum Ohm :
V = I x R
Jadi, jika yang diketahui hanya Arus Listrik (I) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = (I x R) x I
P = I2R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik
Sedangkan penjabaran rumus jika diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = V x (V / R)
P = V2 / R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik

Hubungan Horsepower (hp) dengan Watt

Hampir semua peralatan listrik menggunakan Watt sebagai satuan konsumsi daya listrik. Tapi ada juga peralatan tertentu yang menggunakan satuan Horsepower (hp). Dalam Konversinya, 1 hp = 746 watt.