Tuesday, September 6, 2016

Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm

Rumus dan Bunyi Hukum OhmPengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Ohm – Dalam Ilmu Elektronika, Hukum dasar Elektronika yang wajib dipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronika ataupun penghobi Elektronika adalah Hukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.

Bunyi Hukum Ohm

Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, megaohm ataupun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversi ke unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar.

Contoh Kasus dalam Praktikum Hukum Ohm

Untuk lebih jelas mengenai Hukum Ohm, kita dapat melakukan Praktikum dengan sebuah Rangkaian Elektronika Sederhana seperti dibawah ini :
Rangkaian untuk Praktikum Hukum Ohm
Kita memerlukan sebuah DC Generator (Power Supply), Voltmeter, Amperemeter, dan sebuah Potensiometer sesuai dengan nilai yang dibutuhkan.
Dari Rangkaian Elektronika yang sederhana diatas kita dapat membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang didapatkan dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R).

Menghitung Arus Listrik (I)

Rumus yang dapat kita gunakan untuk menghitung Arus Listrik adalah I = V / R
Contoh Kasus 1 :
Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian atur Nilai Potensiometer ke 10 Ohm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ?
Masukan nilai Tegangan yaitu 10V dan Nilai Resistansi dari Potensiometer yaitu 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
I = V / R
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.
Contoh Kasus 2 :
Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
Konversi dulu nilai resistansi 1 kiloOhm ke satuan unit Ohm. 1 kiloOhm = 1000 Ohm. Masukan nilai Tegangan 10V dan nilai Resistansi dari Potensiometer 1000 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Maka hasilnya adalah 10mA

Menghitung Tegangan (V)

Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Tegangan atau Beda Potensial adalah V = I x R.
Contoh Kasus :
Atur nilai resistansi atau hambatan (R) Potensiometer ke 500 Ohm, kemudian atur DC Generator (Power supply) hingga mendapatkan Arus Listrik (I) 10mA. Berapakah Tegangannya (V) ?
Konversikan dulu unit Arus Listrik (I) yang masih satu miliAmpere menjadi satuan unit Ampere yaitu : 10mA = 0.01 Ampere. Masukan nilai Resistansi Potensiometer 500 Ohm dan nilai Arus Listrik 0.01 Ampere ke Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
V = I x R
V = 0.01 x 500
V = 5 Volt
Maka nilainya adalah 5Volt.

Menghitung Resistansi / Hambatan (R)

Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Nilai Resistansi adalah R = V / I
Contoh Kasus :
Jika di nilai Tegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilai Arus Listrik (I) di Amperemeter adalah 0.5A. Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer ?
Masukan nilai Tegangan 12V dan Arus Listrik 0.5A kedalam Rumus Ohm seperti dibawah ini :
R = V / I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm
Maka nilai Resistansinya adalah 24 Ohm

KULIAH JURUSAN MANAJEMEN ITU SEPERTI APA YA?

MFE-KULIAH JURUSAN MANAJEMEN ITU SEPERTI APA YA?- Materi Kuliah Sedang mencari informasi tentang Jurusan Manajemen di perguruan tinggi? Mau tau selak beluknya tentang perkuliahan manajemen? Jika ya, kamu beruntung sekali. Pada kesempatan ini kita akan membahas tuntas mengenai Bagaimana sih Perkuliahan Manajemen?
 
Sebelumnya ada beberapa hal yang harus sobat ketahui tentang jurusan manajemen. Jurusan manajemen merupakan salah satu jurusan favorit di berbagai perguruan tinggi. Pada SBMPTN 2015, jumlah peminat jurusan manajemen menempati posisi keempat tertinggi dengan 3.885 peminat. Selain itu pada perguruan tinggi swasta (PTS), jurusan ini selalu menempati posisi nomor satu dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB).

Sumber:
http://imagesdaily.blogspot.co.id/

Jurusan manajemen banyak diminati dikarenakan peluang kerjanya yang sangat luas. Setiap perusahaan yang berdiri takkan terlepas dari kebutuhan akan lulusan manajemen di setiap divisi mereka, baik itu personalia, produksi, pemasaran, maupun di divisi keuangan. Lebih lengkap lagi, berikut ini merupakan prospek karier seorang lulusan manajemen:

  1. Excecutive Staff Personalia dan SDM, Excecutive Staff Pemasaran, Excecutive Staff Produksi, Excecutive Staff Keuangan
  2. Administrator Keuangan, Administrator Personalia dan HRD, Administrator Pemasaran, atau Administrator Produksi
  3. Manajer di berbagai bidang
  4. Analis Pasar 
  5. Analis Saham dan Pasar Modal
  6. Analis Mutu Produk
  7. Supervisor
  8. Direktur atau juga Komisaris
  9. Wirausahawan
  10. Staff Penagajar baik Dosen maupun Guru Ekonomi, dan lain sebagainya.


KONSENTRASI JURUSAN MANAJEMEN

Karier dalam jurusan manajemen banyak dicetak dari adanya konsentrasi jurusan dalam manajemen itu sendiri. Adapun konsentrasi didalam jurusan manajemen pada umumnya ialah sebagai berikut:

Manajemen Keuangan

Pada konsentrasi ini, mahasiswa peminatnya akan banyak mempelajari mengenai analisa dan teknik pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Adapun analisa yang dimaksud ialah lebih banyak pada analisa laporan keuangan dalam hal menilai kesehatan keuangan perusahaan. Selain itu, pada konsentrasi ini peminatnya akan diajarkan pula pada apa saja yang mempengaruhi tingkat keuangan perusahaan.

Manajemen Pemasaran

Pada konsnetrasi ini, mahasiswa peminatnya akan lebih banyak memfokuskan pada teknik pemasaran usaha. Adapun teknik pemasaran ini tak terlepas dari analisa bauran pemasaran seperti Product, Price, Place, Promotion (4P). Selain itu peminat konsentrasi ini diajarkan pula dalam hal melihat peluang pasar dan cara memanfaatkannya, serta apa saja yang dapat mempengaruhi tingakt pemasaran produk tersebut.

Manajemen Sumber Daya Manusia (M-SDM)

Pada konsentrasi ini mahasiswa peminatnya akan banyak terfokus pada pengelolaan sumberdaya manusia (SDM) dala suatu organisasi. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan kinerja atau produktivitas kerja karyawan. Pada konsentrasi ini peminatnya akan banyak mempelajari bagaimana seorang pimpinan dapat mengelola tenaga kerja yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan dan apa saja faktor yang menyebabkan tenaga kerja menjadi menurun produktivitas kerjanya.


Manajemen Operasional

Pada konsentrasi ini mahasiswa pemniatnya akan banyak memfokuskan pada analisa produk mulai dari saat pengiriman, pembuatan, hingga proses pengiriman produk. Selain itu konsentrasi ini juga banyak menganalisa mengenai letak perusahaan dan hubungannya dengan kelancaran proses distribusi produk hingga sampai pada tangan konsumen. Konsentrasi ini juga lebih fokus pad kajian mutu dan quality control suatu produk sehingga lulusan dari konsentrasi ini akan banyak dicari oleh industri.



MATA KULIAH JURUSAN MANAJEMEN

Berbicara mengenai konsentrasi jurusan pasti tak terlepas donk dengan mata kuliah yang diajarkan. Adapun pada umumnya mata kuliah yang diajarkan di jurusan manajemen ialah sebagai berikut:

MPK (MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN)
  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Pendidikan Pancasila
  4. Bahasa Indonesia
  5. Bahasa Inggris Bisnis
  6. Ilmu Alamiah Dasar
  7. Ilmu Budaya Dasar 

MKK (MATA KULIAH KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN)
  1. Ekonomi Mikro
  2. Ekonomi Makro
  3. Pengantar Akuntansi (dipelajari sampai beberapa semester)
  4. Pengantar Bisnis
  5. Pengantar Manajemen
  6. Matematika Ekonomi
  7. Matematika Bisnis
  8. Statistik (biasanya dipelajari hingga 2 semester)
  9. Pengantar Aplikasi Komputer
  10. Kewirausahaan
  11. Ekonomi Koperasi
  12. Komputerisasi Statistik Bisnis / Laboratorium Statistik

MPB (MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA)
  1. Perilaku Organisasi
  2. Metode Penelitian
  3. Manajemen Investasi
  4. Anggaran Perusahaan
  5. Perpajakan
  6. Hukum Bisnis
  7. Ekonomi Manajerial
  8. Ekonomi Internasional
  9. Komunikasi Bisnis
  10. Analisis Kuantitatif
  11. Perekonomian Indonesia
  12. Etika Bisnis

MKB (MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA)
  1. Manajemen Pemasaran (dipelajari hingga beberapa semester)
  2. Manajemen Keuangan (dipelajari hingga beberapa semester)
  3. Manajemen SDM (dipelajari hingga beberapa semester)
  4. Manajemen Operasi dan Produksi (dipelajari hingga beberapa semester)
  5. Manajemen Strategik
  6. Akuntansi Biaya
  7. Akuntansi Manajemen
  8. Riset Operasi
  9. Sistem Informasi Manajemen
  10. E-Commerce
  11. Studi Kelayakan Bisnis
  12. Analisa Laporan Keuangan
  13. Laboratorium Manajemen Keuangan dan Akuntansi 

MATA KULIAH KONSENTRASI JURUSAN
KONSENTRASI MANAJEMEN PEMASARAN
  1. Riset Pemasaran
  2. Manajemen Pemasaran Jasa (sering juga disebut Pemasaran Jasa)
  3. Manajemen Pemasaran Internasional
  4. Perilaku Konsumen

KONSENTRASI MANAJEMEN KEUANGAN
  1. Manajemen Keuangan Internasional
  2. Analisis Sekuritas dan Portofolio
  3. Analisis Kinerja Keuangan
  4. Manajemen Resiko

KONSENTRASI MANAJEMEN SDM
  1. Total Quality Management (TQM)
  2. Manajemen Kinerja dan Kompensasi
  3. Manajemen Pelatihan dan Pengembangan SDM
  4. Teknik Perencanaan Tenaga Kerja

KONSENTRASI MANAJEMEN OPERASIONAL
  1. Manajemen Mutu Produk
  2. Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
  3. Manajemen Proyek

SARAN BAGI KAMU YANG TERTARIK BERGABUNG DI JURUSAN MANAJEMEN

  1. Sebelum kamu mengambil keputusan mengambil jurusan manajemen di PTN, ada baiknya kamu survei terlebih dahulu peta persaingan jurusan manajemen di setiap PTN, karena jurusan ini merupakan jurusan yang paling berat persaingannya di Fakultas Ekonomi.
  2. Dalam jurusan manajemen banyak dituntut untuk berpikir analitis dan kritis, oleh sebab kamu harus biasakan dalam menyikapi sesuatunya secara bijak dan berdasarkan data yang valid (akurat). Orang manajemen akan selalu berpatokan pada sesuatu yang sudah valid dan bukan rekayasa.
  3. Biasakanlah dalam memahami perhitungan dasar matematika, terutama bagi kamu yang memiliki bayangan mengambil konsentrasi manajemen keuangan. Hal ini dikarenakan diseluruh bidang konsentrasi manajemen tak terlepas dari analisa penelitian yang berisi hitung-hitungan. Kalaupun tidak mahir, maka setidaknya paham alur perhitungannya akan kemana.
  4. Dalam jurusan manajemen, kita tidak hanya menganalisa mengenai kehidupan di perusahaan  saja, namun kehidupan luar perusahaan harus benar-benar kita pahami. Untuk itulah maka penting bagi kamu untuk mempelajari secaa intens dasar-dasar ekonomi mikro dan makro pada semester awal.

Keywords:
  1. Apa sih itu Jurusan Manajemen
  2. Fakultas Manajemen
  3. Jurusan Manajemen
  4. Fakultas Ekonomi Bisnis Manajemen
  5. Mata Kuliah Jurusan Manajemen
  6. Prospek Karier Jurusan Manajemen
  7. Konsentrasi Jurusan Manajemen Keuangan
  8. Konsentrasi Jurusan Manajemen Pemasaran
  9. Konsentrasi Jurusan Manajemen Sumberdaya Manusia
  10. Konsentrasi Jurusan Manajemen Perbankan
  11. Bagaimana menjadi Manajer?